Rabu, 25 April 2012

MY FIRST LOVE

     Setiap manusia pasti mempunyai pengalaman dalam hidupnya,baik itu pengalaman yang indah maupun yang tidak indah. Dan diantara banyaknya pengalamannya tersebut ada salah satu ataupun beberapa pengalaman yang tidak bisa di lupakannya. Seperti saya sendiri ada beberapa pengalaman yang indah maupun yang tidak indah dalam hidup saya yang tidak bisa saya lupakan atau terkenang selalu kapanpun dan dimanapun saya berada. Salah satu pengalaman yang indah yang tak bisa saya lupakan tersebut adalah pertama kalinya kenalan dengan cowok lewat hp dan pada akhirnya kami berdua jadian.     

     Ceritanya berawal pada saat saya berada di akhir kelas 3 SMP. Pada saat itu saya baru pertama kali memegang/memakai hp. Dan Alhamdulillah juga hp tersebut saya beli sendiri dari hasil tabungan uang jajan saya sendiri. Pada waktu itu lah saya baru mengenal yang di katakan orang dengan dunia maya ( alias kenal suara tak kenal orang nya ) hehehe......^_^. 

     Pada suatu hari tiba-tiba ada yang menelpon dan yang menelpon tersebut adalah seorang cowok,saya pun tidak tau apakah dia berpura-pura salah sambung atau memang benar-benar salah sambung,soalnya ketika saya mengangkat telponnya dia bicara seperti seolah-olah dengan orang yang sudah lama dia kenal,tapi dia tidak menyebut nama orang yang ditujunya tersebut. Dan ketika saya tanya nama dia,malah dia mengatakan bahwa saya sombong karena tidak mengenal dia lagi. Setelah sekian lama pembicaraan ditelpon berlalu,dan karena saya pun tidak mengerti satupun perkataan yang dia katakan dari pertama saya mengangkat telponnya,maka pada akhirnya dia pun menyerah dan memperkenalkan namanya pada saya dan tak lupa juga menanyakan nama saya. 

     Dan semua itu belum berakhir sampai disitu saja. Keesokan harinya dia menelpon saya juga dan menanyakan hal-hal yang biasa orang-orang yang sedang PDKT atau berpacaran bertanya. Pertanyaannya tersebut seperti “lagi ngapain ? , sudah makan belum ? “. Karena keseringan dia menelpon dan menanyakan pertanyaan yang seperti itu-itu saja,saya pun merasa bosan juga,tapi yang membuat saya suka pada sikapnya itu adalah pada saat saya sedang dalam masa-masa ujian UAN,dia memberi semangat padaku dan ketika saya sedang belajar dan sedang menjalani ujian,dia tidak pernah satu kalipun mengganggu saya. Padahal kami belum pernah bertemu satu kalipun semenjak setelah berkenalan di hp tersebut. 

    Setelah masa ujian berlalu dan tibalah saatnya menunggu hasil dari perjuangan yang telah dilakukan pada saat ujian tersebut. Semua penasaran dengan hasil ujian tersebut dan ada juga yang merasa takut tidak lulus. Dia pun merasa penasaran bagaimana dengan hasil ujian saya. Dan keesokan harinya ketika hasil ujian telah keluar,malah dia yang paling semangat untuk ingin tau hasil ujian saya,dia juga yang mengingatkan saya untuk cepat-cepat melihat hasil ujian tersebut dan ngasih tau kedia bagaimana hasilnya. Alhamdulillah saya lulus,dan ketika saya memberitaukan kepada dia,dia sangat senang,malah melebihi kesenangan yang saya rasakan. 

    Ketika masa-masa pengurusan ijazah dan juga melamar masuk ke SMA,dia juga yang memberikan usulan kepada saya bagusnya masuk ke SMA mana. Dan di antara usulan  dia tersebut,saya memilih SMA N 1 SIGLI dan orang tua saya pun setuju saya sekolah di situ. Selain SMA 1 SIGLI saya juga melamar di SMA 1 PEUKAN BARO tanpa sepengetahuan dia. Pengumuman penerimaannya keduanya dihari yang sama dan Alhamdulillah di kedua tempat saya diterima dan saya memutuskan untuk sekolah di satu tempat yaitu di SMA 1 SIGLI. Dan ketika dia mendengar kabar tersebut dia sangat senang. 

    Dan sekarang saya pun sudah menduduki bangku SMA,dan pada hari pertama saya masuk SMA dia memberitaukan semua tentang dia kepada saya termasuk juga bahwa dia sekarang masih duduk di bangku sekolah yang setingkat dengan SMA,yaitu SMK. Dan sorenya sepulang sekolah dia menelpon saya dan mengutarakan semua yang dia rasakan pada saya. Saya pun merasa heran kok bisa dia merasakan semua itu,padahal bertemu pun kami belum pernah. Pada saat itu saya tidak langsung memberikan jawaban iya ataupun tidak kepada dia. Saya meminta waktu padanya untuk memikirkan terlebih dahulu jawabannya,dan diapun mengizinkan saya untuk memikirkan jawabannya terlebih dahulu. Dan dia juga mengatakan pada saya pada saat itu “apapun jawabannya,saya akan menerimanya,walaupun itu menyakitkan bagi saya,yang penting saya sudah melepaskan semua yang saya rasakan padamu. Dan dengan begitupun saya akan tau juga apa yang kamu rasakan pada ku”. 

    Dan satu minggu kemudian dia menanyakan jawaban saya untuknya. Dan saya pun menjawab iya,tapi dengan syarat juga,dan syaratnya adalah saya ingin bertemu langsung dengan dia. Dan diapun menerima syarat dari saya. Dan karena kebetulan sekolah kami berdua searah,jadi dia mengajak ketemuannya besok ketika pergi ke sekolah. 

    Keesokan harinya kami bertemu dan pergi ke sekolah bersama,karena baru pertama kali bertemu kami berdua masih malu-malu dan tidak banyak berbicara juga. Dan karena sekolah saya lebih dekat dari sekolahnya,jadi saya sampai duluan di sekolah dan pertemuan pertama kami pun berakhir sampai disitu dan belum tau juga akan berlanjut kapan lagi. 

    Setelah pertemuan tersebut kami belum bisa menentukan kapan kami bisa bertemu lagi. Itu semua disebabkan karena kesibukan kami masing-masing. Kalau saya sendiri tidak bisa bertemu karena saya sekolah dari pagi jam 7.30 sampai jam 17.00,sedangkan dia tidak bisa bertemu karena kebetulan dia kelas 2 dan dia juga harus menjalani magang. 

    Setelah sekian lama penantian untuk bisa bertemu,tiba-tiba dia mengajak saya untuk bertemu dan bukan sekedar mengajak,tapi dia langsung menjemput saya dari rumah. Dia mengajak saya jalan-jalan kesebuah tempat yang belum saya jelajahi dari pertama saya berada di bumi ini sampai saat itu. Dan pada saat itulah pertama kalinya saya kesena. Nama tempat nya adalah guha tujoh ( goa tujuh ). Selain kesitu dia juga mengajak saya ke tempat rekreasi lainnya. Dan setelah kami ketempat-tempat tersebut kami langsung pulang kerumah dan dia mengantarkan saya terlebih dahulu ke rumah saya. 

    Waktupun berjalan lebih cepat tidak seperti yang kita pikirkan. Dan saya sekarang telah menduduki bangku kelas 2 dan dia setingkat diatas saya yaitu kelas 3. Ketika dia di kelas 3,kami sudah jarang berkomunikasi dan bertemupun bisa di bilang sudah tidak pernah lagi. Saya pun tidak menganggap itu masalah bagi hubungan kami. Saya menganggap itu biasa-biasa saja,karena saya tau di kelas 3 dia pasti sangat sibuk. 

    Dan masa ujian akhir untuk anak kelas 3 pun di mulai,diapun hampir tidak pernah lagi menghubungi saya,tapi saya tetap memberikan semangat untuk dia ikut ujian akhir seperti yang dia lakukan dulu ketika saya menjalani masa ujian akhir di SMP. 

    Dan ketika pengumuman hasil ujiannya keluar Alhamdulillah dia lulus dan tidak lupa juga dia memberitaukan berita gembira itu pada saya. Dan saya sangat gembira mendengar kabar tersebut. Dan saya menanyakan padanya kalau dia mau nyambung kuliah atau mencari kerja. Dan dia pun langsung menjawab dia ingin mencari kerja dan tak ingin kuliah,alasannya karena kuliah membuat dia pusing. 

    Dan tibalah masa dia untuk mengurus ijazah,tapi saat itu saya tidak ikut dengannya,karena saya sekolah. Dan setelah pengurusan ijazahnya selesai dia juga memberitaukan hal itu pada saya. 

    Dan keesokan harinya dia meminta izin kepada saya bahwa dia mau ikut bersama abangnya untuk kerja dan tempat kerjanya pun jauh  dari tempat kami. Dan saya pun memberinya izin,karena saya tidak mau menahan keinginannya itu. 

    Hari demi hari pun berlalu dan komunikasi diantara kami masih berjalan seperti biasa walaupun kami berjauhan. Dan semua dari dia tidak berubah sedikitpun,maupun itu perhatiannya pada saya dan yang lain-lain. Dan karena sifatnya masih sama seperti sebelum dia ikut dengan abangnya. Saya percaya padanya bahwa dia tidak akan mencari cinta yang lain.     Tapi ternyata kepercayaan saya di salah gunakan oleh dia. Ternyata dia telah mempunyai cinta yang lain didaerah tempat dia kerja tersebut. Saya mulai mencurigai semua itu dari perubahan sifat dia yang secara tiba-tiba saja tanpa disangka-sangka pada saya dan dia pun mulai menjauh dan mulai jarang menghubungi saya lagi. Dan ternyata kecurigaan saya tersebut memang benar menjadi kenyataan. Ketika suatu hari dia menghubungi saya dan dia mengatakan pada saya behwa dia tidak mau pacaran jarak jauh,tapi alasan yang diberikannya tidak jelas kenapa dia tidak mau pacaran jarak jauh. Dan dia juga bilang pada saya bahwa dia pada saat itu sedang tidak mau pacaran dulu karena dia mau fokus pada pekerjaannya. Selain itu dia juga bilang bahwa dia tidak akan pacaran dengan orang lain lagi siappapun itu. Saya pun menerima keputusannya itu. 

     Setelah kejadian itu kami jadi teman baik dan tidak bermusuhan. Tapi setelah beberapa lama saya baru tau bahwa semua perkataan yang dia bilang pada saya itu ternyata adalah kebohongan belaka. Itu hanya perkataan manis yang keluar dari mulutnya saja bukan kebenaran dari hatinya. Kenyataan yang sebenarnya adalah dia sekarang berpacaran lagi. Kenapa saya bisa tau,itu karena ada seorang cewek yang menghubungi saya lewat hp dan cewek tersebut memakai nomor hp dia,dan cewek tersebut mengaku sebagai pacar dia dan cewek tersebut juga mengatakan pada saya jangan pernah menghubungi dia lagi. Dan saya meng-iya kan apa kata cewek tersebut karena saya tidak mau memperpanjang masalah ini lagi dan itu pun karena cewek tersebut mengtakannya dengan ekspresi marah-marah. 

    Dan karena saya tidak mau mengganggu hubungan dia dengan pacar barunya. Sampai sekarang saya tidak pernah menghubungi dia lagi. Tetapi saya tidak pernah marah ataupun menganggap dia musuh,saya masih menganggap dia sebagai teman seperti sebelum saya tau bahwa dia sudah mempunyai pacar baru. Karena saya tau bahwa setiap manusia mempunyai hak untuk memilih pacar ataupun pasangannya masing-masing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar