MY FIRST LOVE
Setiap
manusia pasti mempunyai pengalaman dalam hidupnya,baik itu pengalaman yang
indah maupun yang tidak indah. Dan diantara banyaknya pengalamannya tersebut
ada salah satu ataupun beberapa pengalaman yang tidak bisa di lupakannya.
Seperti saya sendiri ada beberapa pengalaman yang indah maupun yang tidak indah
dalam hidup saya yang tidak bisa saya lupakan atau terkenang selalu kapanpun
dan dimanapun saya berada. Salah satu pengalaman yang indah yang tak bisa saya
lupakan tersebut adalah pertama kalinya kenalan dengan cowok lewat hp dan pada
akhirnya kami berdua jadian.
Ceritanya berawal pada saat saya berada di akhir
kelas 3 SMP. Pada saat itu saya baru pertama kali memegang/memakai hp. Dan
Alhamdulillah juga hp tersebut saya beli sendiri dari hasil tabungan uang jajan
saya sendiri. Pada waktu itu lah saya baru mengenal yang di katakan orang
dengan dunia maya ( alias kenal suara tak kenal orang nya ) hehehe......^_^.
Pada suatu hari tiba-tiba ada yang menelpon dan
yang menelpon tersebut adalah seorang cowok,saya pun tidak tau apakah dia
berpura-pura salah sambung atau memang benar-benar salah sambung,soalnya ketika
saya mengangkat telponnya dia bicara seperti seolah-olah dengan orang yang
sudah lama dia kenal,tapi dia tidak menyebut nama orang yang ditujunya
tersebut. Dan ketika saya tanya nama dia,malah dia mengatakan bahwa saya
sombong karena tidak mengenal dia lagi. Setelah sekian lama pembicaraan
ditelpon berlalu,dan karena saya pun tidak mengerti satupun perkataan yang dia
katakan dari pertama saya mengangkat telponnya,maka pada akhirnya dia pun
menyerah dan memperkenalkan namanya pada saya dan tak lupa juga menanyakan nama
saya.
Dan semua itu belum berakhir sampai disitu saja.
Keesokan harinya dia menelpon saya juga dan menanyakan hal-hal yang biasa
orang-orang yang sedang PDKT atau berpacaran bertanya. Pertanyaannya tersebut
seperti “lagi ngapain ? , sudah makan belum ? “. Karena keseringan dia menelpon
dan menanyakan pertanyaan yang seperti itu-itu saja,saya pun merasa bosan
juga,tapi yang membuat saya suka pada sikapnya itu adalah pada saat saya sedang
dalam masa-masa ujian UAN,dia memberi semangat padaku dan ketika saya sedang
belajar dan sedang menjalani ujian,dia tidak pernah satu kalipun mengganggu
saya. Padahal kami belum pernah bertemu satu kalipun semenjak setelah
berkenalan di hp tersebut.
Setelah masa ujian berlalu dan tibalah saatnya
menunggu hasil dari perjuangan yang telah dilakukan pada saat ujian tersebut.
Semua penasaran dengan hasil ujian tersebut dan ada juga yang merasa takut
tidak lulus. Dia pun merasa penasaran bagaimana dengan hasil ujian saya. Dan
keesokan harinya ketika hasil ujian telah keluar,malah dia yang paling semangat
untuk ingin tau hasil ujian saya,dia juga yang mengingatkan saya untuk
cepat-cepat melihat hasil ujian tersebut dan ngasih tau kedia bagaimana
hasilnya. Alhamdulillah saya lulus,dan ketika saya memberitaukan kepada dia,dia
sangat senang,malah melebihi kesenangan yang saya rasakan.
Ketika masa-masa pengurusan ijazah dan juga
melamar masuk ke SMA,dia juga yang memberikan usulan kepada saya bagusnya masuk
ke SMA mana. Dan di antara usulan dia
tersebut,saya memilih SMA N 1 SIGLI dan orang tua saya pun setuju saya sekolah
di situ. Selain SMA 1 SIGLI saya juga melamar di SMA 1 PEUKAN BARO tanpa
sepengetahuan dia. Pengumuman penerimaannya keduanya dihari yang sama dan
Alhamdulillah di kedua tempat saya diterima dan saya memutuskan untuk sekolah
di satu tempat yaitu di SMA 1 SIGLI. Dan ketika dia mendengar kabar tersebut
dia sangat senang.
Dan sekarang saya pun sudah menduduki bangku
SMA,dan pada hari pertama saya masuk SMA dia memberitaukan semua tentang dia
kepada saya termasuk juga bahwa dia sekarang masih duduk di bangku sekolah yang
setingkat dengan SMA,yaitu SMK. Dan sorenya sepulang sekolah dia menelpon saya
dan mengutarakan semua yang dia rasakan pada saya. Saya pun merasa heran kok
bisa dia merasakan semua itu,padahal bertemu pun kami belum pernah. Pada saat
itu saya tidak langsung memberikan jawaban iya ataupun tidak kepada dia. Saya
meminta waktu padanya untuk memikirkan terlebih dahulu jawabannya,dan diapun
mengizinkan saya untuk memikirkan jawabannya terlebih dahulu. Dan dia juga
mengatakan pada saya pada saat itu “apapun jawabannya,saya akan
menerimanya,walaupun itu menyakitkan bagi saya,yang penting saya sudah
melepaskan semua yang saya rasakan padamu. Dan dengan begitupun saya akan tau
juga apa yang kamu rasakan pada ku”.
Dan satu minggu kemudian dia menanyakan jawaban
saya untuknya. Dan saya pun menjawab iya,tapi dengan syarat juga,dan syaratnya
adalah saya ingin bertemu langsung dengan dia. Dan diapun menerima syarat dari
saya. Dan karena kebetulan sekolah kami berdua searah,jadi dia mengajak
ketemuannya besok ketika pergi ke sekolah.
Keesokan harinya kami bertemu dan pergi ke
sekolah bersama,karena baru pertama kali bertemu kami berdua masih malu-malu
dan tidak banyak berbicara juga. Dan karena sekolah saya lebih dekat dari
sekolahnya,jadi saya sampai duluan di sekolah dan pertemuan pertama kami pun
berakhir sampai disitu dan belum tau juga akan berlanjut kapan lagi.
Setelah pertemuan tersebut kami belum bisa
menentukan kapan kami bisa bertemu lagi. Itu semua disebabkan karena kesibukan
kami masing-masing. Kalau saya sendiri tidak bisa bertemu karena saya sekolah
dari pagi jam 7.30 sampai jam 17.00,sedangkan dia tidak bisa bertemu karena
kebetulan dia kelas 2 dan dia juga harus menjalani magang.
Setelah sekian lama penantian untuk bisa
bertemu,tiba-tiba dia mengajak saya untuk bertemu dan bukan sekedar
mengajak,tapi dia langsung menjemput saya dari rumah. Dia mengajak saya
jalan-jalan kesebuah tempat yang belum saya jelajahi dari pertama saya berada
di bumi ini sampai saat itu. Dan pada saat itulah pertama kalinya saya kesena.
Nama tempat nya adalah guha tujoh ( goa tujuh ). Selain kesitu dia juga
mengajak saya ke tempat rekreasi lainnya. Dan setelah kami ketempat-tempat
tersebut kami langsung pulang kerumah dan dia mengantarkan saya terlebih dahulu
ke rumah saya.
Waktupun berjalan lebih cepat tidak seperti yang
kita pikirkan. Dan saya sekarang telah menduduki bangku kelas 2 dan dia
setingkat diatas saya yaitu kelas 3. Ketika dia di kelas 3,kami sudah jarang
berkomunikasi dan bertemupun bisa di bilang sudah tidak pernah lagi. Saya pun
tidak menganggap itu masalah bagi hubungan kami. Saya menganggap itu
biasa-biasa saja,karena saya tau di kelas 3 dia pasti sangat sibuk.
Dan masa ujian akhir untuk anak kelas 3 pun di
mulai,diapun hampir tidak pernah lagi menghubungi saya,tapi saya tetap
memberikan semangat untuk dia ikut ujian akhir seperti yang dia lakukan dulu
ketika saya menjalani masa ujian akhir di SMP.
Dan
ketika pengumuman hasil ujiannya keluar Alhamdulillah dia lulus dan tidak lupa
juga dia memberitaukan berita gembira itu pada saya. Dan saya sangat gembira
mendengar kabar tersebut. Dan saya menanyakan padanya kalau dia mau nyambung
kuliah atau mencari kerja. Dan dia pun langsung menjawab dia ingin mencari
kerja dan tak ingin kuliah,alasannya karena kuliah membuat dia pusing.
Dan tibalah masa dia untuk mengurus ijazah,tapi
saat itu saya tidak ikut dengannya,karena saya sekolah. Dan setelah pengurusan
ijazahnya selesai dia juga memberitaukan hal itu pada saya.
Dan keesokan harinya dia meminta izin kepada
saya bahwa dia mau ikut bersama abangnya untuk kerja dan tempat kerjanya pun
jauh dari tempat kami. Dan saya pun
memberinya izin,karena saya tidak mau menahan keinginannya itu.
Hari demi hari pun berlalu dan komunikasi
diantara kami masih berjalan seperti biasa walaupun kami berjauhan. Dan semua
dari dia tidak berubah sedikitpun,maupun itu perhatiannya pada saya dan yang
lain-lain. Dan karena sifatnya masih sama seperti sebelum dia ikut dengan
abangnya. Saya percaya padanya bahwa dia tidak akan mencari cinta yang lain. Tapi ternyata kepercayaan saya di salah gunakan
oleh dia. Ternyata dia telah mempunyai cinta yang lain didaerah tempat dia
kerja tersebut. Saya mulai mencurigai semua itu dari perubahan sifat dia yang
secara tiba-tiba saja tanpa disangka-sangka pada saya dan dia pun mulai menjauh
dan mulai jarang menghubungi saya lagi. Dan ternyata kecurigaan saya tersebut
memang benar menjadi kenyataan. Ketika suatu hari dia menghubungi saya dan dia
mengatakan pada saya behwa dia tidak mau pacaran jarak jauh,tapi alasan yang
diberikannya tidak jelas kenapa dia tidak mau pacaran jarak jauh. Dan dia juga
bilang pada saya bahwa dia pada saat itu sedang tidak mau pacaran dulu karena
dia mau fokus pada pekerjaannya. Selain itu dia juga bilang bahwa dia tidak
akan pacaran dengan orang lain lagi siappapun itu. Saya pun menerima
keputusannya itu.
Setelah
kejadian itu kami jadi teman baik dan tidak bermusuhan. Tapi setelah beberapa
lama saya baru tau bahwa semua perkataan yang dia bilang pada saya itu ternyata
adalah kebohongan belaka. Itu hanya perkataan manis yang keluar dari mulutnya
saja bukan kebenaran dari hatinya. Kenyataan yang sebenarnya adalah dia
sekarang berpacaran lagi. Kenapa saya bisa tau,itu karena ada seorang cewek
yang menghubungi saya lewat hp dan cewek tersebut memakai nomor hp dia,dan
cewek tersebut mengaku sebagai pacar dia dan cewek tersebut juga mengatakan
pada saya jangan pernah menghubungi dia lagi. Dan saya meng-iya kan apa kata
cewek tersebut karena saya tidak mau memperpanjang masalah ini lagi dan itu pun
karena cewek tersebut mengtakannya dengan ekspresi marah-marah.
Dan karena saya tidak mau mengganggu hubungan
dia dengan pacar barunya. Sampai sekarang saya tidak pernah menghubungi dia
lagi. Tetapi saya tidak pernah marah ataupun menganggap dia musuh,saya masih
menganggap dia sebagai teman seperti sebelum saya tau bahwa dia sudah mempunyai
pacar baru. Karena saya tau bahwa setiap manusia mempunyai hak untuk memilih
pacar ataupun pasangannya masing-masing.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar